7 Hal Buat Kamu Yang Kecanduan Belanja Online

Diskon akhir tahun memang biasanya jadi godaan terberat sepanjang tahun untuk para peminat shopping. Gimana nggak? Ada Hari Belanja Nasional atau Harbolnas hingga diskon-diskon menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru. Dulu penyelesaian untuk menyangga diri dari godaan belanja ialah cukup dengan tidak mendatangi pusat-pusat perbelanjaan. Namun sekarang, solusi tersebut kiranya tidak lumayan ketika seluruh orang sudah kian terbiasa melakukan pembelian barang online.

Meski tidak dipungkiri sekian banyak manfaat positif dari kemudahan melakukan pembelian barang online, namun terkadang saking mudahnya tidak sedikit orang yang tak dapat menahan diri guna terus berbelanja. Tak mendatangi situs-situs melakukan pembelian barang sekalipun, iklan-iklan diskonan tetap terpampang di situs yang sehubungan dengan kerja atau studimu. Kali ini Agen Judi Bola akan mengupayakan merangkum fakta-fakta tentang melakukan pembelian barang online yang wajib anda tahu sebagai peringatan maupun prinsip pencegahan. Supaya anda yang doyan melakukan pembelian barang online, nggak kebablasan sampe kantongmu kering di akhir tahun ini.

7 Hal Buat Kamu Yang Kecanduan Belanja Online

7 Hal Buat Kamu Yang Kecanduan Belanja Online

1. Berdasarkan keterangan dari survei , 76, 4% dari 2.829 pemakai internet mobile di Indonesia mengatakan bila mereka minimal merogoh kocek Rp 100.000/ bulan untuk melakukan pembelian barang online

Survei tersebut dilaksanakan oleh UC Web. Nampaknya survei itu benar adanya. Coba deh cek teman sekantor atau rekan kuliahmu, minimal mereka menyempatkan diri untuk melakukan pembelian barang online sebulan sekali. Dengan paling tidak pembelanjaan Rp 100.00/ bulan. Berdasarkan survei tersebut pun terungkap nih bila 72, 2% orang yang melakukan pembelian barang online, menguras waktu 1 jam guna berbelanja. Kalau dipikir-pikir lumrah sih melakukan pembelian barang online 1 jam sebab waktu tersebut dianggarkan untuk mendalami barang yang diinginkan, termasuk menyimak review dari pembeli lainnya juga.

2. Dan mayoritas dari shopper online di Indonesia itu ternyata memilih melakukan pembelian barang via smartphone

Tahu nggak sih bila menurut keterangan dari Nielsen Global Survey of E-Commerce tahun 2014, 87,4 % dari narasumber di Indonesia memesan barang melewati smartphone. Waduh, ini sih dapat jadi kode buat anda yang nggak dapat lepas dari HP guna sesekali puasa pegang HP. Karena dengan memegang HP yang disertai paket internet, lihat iklan hadir saat tengah browsing, bawaannya pengen beli aja. Ketergantungan sama handphone ternyata menambah hasratmu untuk melakukan pembelian barang online. Jadi, bila mau ngurangin jajan online, mending kurang-kurangin deh ketergantunganmu pada smartphone.

3. Berdasarkan keterangan dari survei, mayoritas orang Indonesia melakukan pembelian barang online pada jam kerja. Ini jadi bukti bahwa melakukan pembelian barang virtual sebetulnya jadi sarana penyegaran di tengah penatnya pekerjaan

Survei yang dilaksanakan oleh perusahaan e-commerce Shopback Indonesia ini mengungkap bahwa orang Indonesia menjadikan melakukan pembelian barang online sebagai kegiatan penyegar benak di tengah padatnya aktivitas. Dari 2.734 responden, 31,2 % nya menyatakan lebih senang melakukan pembelian barang dari jam 09.00 pagi sampai 12.00 siang. Kalau dikomparasikan sama negara tetangga, yaitu Singapura, Indonesia jelas lebih santai dalam bekerja. Di Singapura, anda nggak akan bisa kerja sambil melakukan pembelian barang online. Karena karyawan di sana rata-rata konsentrasi banget dalam urusan pekerjaan.

4. 60% dari konsumen Indonesia telah berhati-hati dalam menyerahkan info mengenai kartu kredit mereka, jadi bukti bila konsumen Indonesia cerdas dalam bertransaksi online

Data satu ini pun menurut survei Nielsen di tahun 201. Survei E-commerce tersebut diadakan dari rentang 17 Februari sampai 7 Maret 2014. Kebanyakan dari shopper online Indonesia sudah lumayan berhati-hati guna urusan menyerahkan informasi seputar kartu kredit mereka. Nggak perlu cemas deh, kini orang Indonesia terbilang lihai dalam bertransaksi online.

Sebelum menyimpulkan untuk melakukan pembelian barang online, konsumen Indonesia menyimak lebih dulu kredibilitas website online yang bersangkutan, mencocokkan harga barang dengan website lainnya, dan menyimak review pembeli lain mengenai barang yang bakal dibeli. Ini bukti bila konsumen Indonesia cerdas dalam melakukan pembelian barang online. Semoga anda termasuk kelompok itu ya.

5. Fashion laksana baju dan celana ternyata menempati peringkat satu barang yang sangat laris dikejar pembeli online. Disusul dengan gadget di peringkat kedua

Mungkin kamu akan mikir bila item yang paling tidak sedikit dibeli secara online ialah gadget. Wah, anda salah besar bila begini. Karena menurut survei yang dilaksanakan CHIP semenjak Februari sampai April 2016 yang melibatkan 2700 responden, terungkap bahwa konsumen Indonesia sangat senang melakukan pembelian barang fashion laksana baju dan celana. Baru disusul gadget pada urutan kedua, lantas sepatu dan kosmetik. Mungkin alasannya karena melakukan pembelian barang baju via online dirasa lebih praktis dan irit waktu untuk menyaksikan semua pilihan. Kalau keliling mall, mungkin perlu waktu seharian sarat ya.

6. Banyak perusahaan e-commerce yang bersaing memanjakan pelanggannya dengan pelbagai fasilitas dan kemudahan. Wajar sih bila kecanduan melakukan pembelian barang jadi salah satu permasalahan serius kaum millennial

Istilah COD atau cash on delivery jadi cara pembayaran yang tengah hits ketika ini. Dengan COD, kamu dapat mengajukan komplain saat barang yang dipesan tak cocok harapan. Di samping COD, terdapat pula sistem bayar dimuka. Nggak melulu metode pembayarannya saja yang memanjakan pembeli, cara pengirimannya juga. Makin ke sini, waktu ekspedisi jadi kian cepat. Pengiriman kilat juga ada yang dapat memungkinkan ekspedisi barang di hari yang sama. Dengan banyaknya kemudahan yang kian memanjakan konsumen, nggak mencengangkan sih bila makin generasi kekinian yang candu melakukan pembelian barang online.

7. Hati-hati lho kejangkitan yang satu ini bisa berdampak serius, bahkan hingga fatal. Di Tiongkok, seorang mahasiswi bunuh diri pada tahun 2013 sebab depresi dan tidak sedikit utang sebab kecanduan belanja

Hati-hati, kecanduan melakukan pembelian barang online itu dapat berbuah tragedi lho, Sista. Seperti yang terjadi di Tiongkok pada tahun 2013 lalu. Adalah Chang Yanan (20) mahasiswi semester tiga di Chinese University of Geosciences’ Great Wall College di kota Baoding yang menguras Rp 32 juta untuk melakukan pembelian barang baju sampai kosmetik via online. Karena hobinya melakukan pembelian barang via virtual ini duit kuliahnya berakhir dan nggak jarang dia mendustai keluarganya demi dipinjami uang. Sampai akhirnya, Chang yang terlanjur depresi sebab uang kuliah yang berakhir untuk melakukan pembelian barang online, ia lalu menyimpulkan untuk menyelesaikan hidupnya dengan terjun dari lantai 13 kamar asramanya. Tragis ya, guys.

Kembali lagi, segala urusan yang berlebihan memang nggak baik ya. Ini mengapa kita butuh punya pengendalian diri. Belanja online boleh aja, asal tidak boleh sampai kejangkitan ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *